Contoh Pembukuan Pemasukan dan Pengeluaran Harian untuk Jualan Rumahan
Uang jualan tadi pagi terpakai untuk beli sayur, uang dapur terpakai untuk beli tepung, dan parkir di pasar tidak pernah dicatat. Akhir minggu kamu tahu risolmu laku, tapi tidak tahu uangnya ke mana. Kalau jualan dari rumah, ini gampang sekali terjadi: uang usaha dan uang rumah ada di dompet yang sama, dan pengeluaran kecil lewat begitu saja.
Pembukuan harian tidak harus rumit. Cukup satu tabel: uang yang masuk, uang yang keluar, dan sisa uangmu setelah tiap catatan. Contoh di artikel ini memakai penjual risol mayo dari artikel cara menghitung HPP makanan rumahan: satu adonan jadi 40 risol, dijual Rp4.500 per buah, sebagian lewat GoFood. HPP (harga pokok penjualan) adalah modal untuk membuat satu risol.
Contoh pembukuan pemasukan dan pengeluaran harian
Ini tiga hari pertama buku kasnya. "Saldo" artinya semua uang usaha: uang tunai di dompet jualan ditambah yang ada di rekening dan saldo aplikasi. Semua angka di tabel dalam rupiah. Harga belanjanya contoh, bisa beda di daerahmu.
| Catatan | Masuk | Keluar | Saldo |
|---|---|---|---|
| Senin | |||
| Saldo awal (uang usaha yang ada) | 250.000 | ||
| Belanja bahan risol di pasar | 174.500 | 75.500 | |
| Gas elpiji 3 kg | 20.000 | 55.500 | |
| Jual risol 30 buah | 135.000 | 190.500 | |
| GoFood, paket isi 10 (uang yang masuk) | 45.124 | 235.624 | |
| Ambil untuk belanja dapur (pribadi) | 50.000 | 185.624 | |
| Selasa | |||
| Telur 14 butir dan smoked beef 1 pak | 60.000 | 125.624 | |
| Jual risol 40 buah | 180.000 | 305.624 | |
| Bensin antar pesanan | 15.000 | 290.624 | |
| Rabu | |||
| Belanja bahan risol di pasar | 174.500 | 116.124 | |
| Arisan, 30 risol, dibayar transfer | 135.000 | 251.124 | |
| Jual risol 10 buah | 45.000 | 296.124 | |
| Kresek (lupa, baru ingat saat tutup hari) | 10.000 | 286.124 |
Cara membaca contoh pembukuan penjualan harian ini
Saldo tiap baris = saldo baris sebelumnya + masuk − keluar. Misalnya baris belanja Senin: Rp250.000 − Rp174.500 = Rp75.500. Selain itu, ada empat hal yang perlu diperhatikan:
- Belanja dicatat sebesar uang yang keluar hari itu, walau bahannya belum habis. Belanja Senin Rp174.500 sama dengan daftar belanja di artikel HPP. Tepung, susu, mayones, tepung roti, dan minyaknya cukup untuk dua adonan, jadi hari Selasa cukup beli telur dan smoked beef: Rp28.000 + Rp32.000 = Rp60.000. Ini beda dengan HPP, yang hanya menghitung bahan yang terpakai untuk satu adonan.
- Penjualan GoFood ditulis sebesar uang yang masuk, bukan harga di menu. Di contoh artikel harga jual (komisi contoh 20% ditambah PPN), paket isi 10 dipasang Rp58.000 di aplikasi, dan setelah dipotong, yang masuk Rp45.124. Kalau ditulis Rp58.000, saldo di buku jadi lebih besar Rp12.876 dari uang yang benar-benar sampai ke kamu. Cara mengecek apakah harga di aplikasi sudah menutup potongannya ada di artikel cara menentukan harga jual makanan.
- Uang yang diambil untuk dapur tetap ditulis, dengan tanda "pribadi". Kalau tidak ditulis, saldo di buku tidak akan pernah cocok dengan isi dompet.
- Uang transfer juga uang masuk. Pesanan arisan dibayar ke rekening, jadi tetap ditulis di kolom Masuk.
Cara mencatat penjualan harian di buku atau Excel
Untuk mulai, kamu tidak butuh aplikasi. Buku tulis bergaris atau satu sheet di Excel atau Google Sheets sudah cukup.
Kolom yang perlu dibuat
Buat lima kolom: Tanggal, Catatan, Masuk, Keluar, Saldo. Di buku tulis, tanggal boleh ditulis sekali di atas catatan tiap hari, seperti tabel contoh. Di Excel atau Sheets, kalau judul kolom ada di baris 1 dan saldo awal di sel E2, ketik =E2+C3-D3 di sel E3, lalu tarik rumusnya ke bawah. Saldo tiap baris terhitung sendiri.
Kapan menulisnya
- Tulis saat itu juga, jangan menunggu malam. Simpan buku kecil di tas belanja atau pakai aplikasi catatan di HP, lalu salin ke buku utama saat sempat.
- Satu kejadian, satu baris. Isi kolom Catatan cukup singkat: apa dan berapa buah. Belanja di pasar boleh ditulis satu baris, asal notanya disimpan atau difoto.
- Pembeli yang belum bayar jangan dulu ditulis di kolom Masuk. Catat namanya di halaman terpisah, lalu tulis di kolom Masuk saat uangnya diterima.
- Saldo awal cukup dihitung sekali, di hari pertama: jumlahkan uang usaha di dompet, rekening, dan saldo aplikasi.
Cara menutup hari
Sebelum tidur, hitung uang usaha yang benar-benar ada, lalu bandingkan dengan saldo terakhir di buku.
Di contoh tadi, saldo Rabu sebelum baris kresek adalah Rp296.124. Uang tunai di dompet jualan (anggap seluruh saldo awal Rp250.000 tadi uang tunai) ternyata Rp106.000, dan uang di rekening dan aplikasi Rp180.124 (Rp135.000 dari arisan dan Rp45.124 dari GoFood). Totalnya Rp286.124, kurang Rp10.000 dari buku. Setelah diingat-ingat, ternyata siang tadi kamu beli kresek dan lupa mencatatnya. Begitu baris itu ditulis, saldonya cocok.
Yang gampang terlewat biasanya pengeluaran kecil: parkir, kresek, es batu, karet. Kelihatannya sepele, tapi kalau kresek Rp10.000 lupa dicatat dua kali seminggu, dalam empat minggu sudah Rp80.000 yang tidak jelas ke mana. Kalau selisihnya tetap tidak ketemu, tulis satu baris "selisih, tidak tahu" sebesar selisih itu, supaya besok kamu mulai dari angka yang benar. Kalau baris ini sering muncul, ada pengeluaran yang rutin lupa kamu tulis.
Rekap pemasukan dan pengeluaran mingguan
Di akhir minggu, jumlahkan tiga angka. Untuk tiga hari di tabel tadi:
- Uang masuk: Rp135.000 + Rp45.124 + Rp180.000 + Rp135.000 + Rp45.000 = Rp540.124
- Uang keluar untuk usaha: Rp174.500 + Rp20.000 + Rp60.000 + Rp15.000 + Rp174.500 + Rp10.000 = Rp454.000
- Uang diambil untuk pribadi: Rp50.000
Lalu cek: saldo awal + masuk − keluar usaha − pribadi harus sama dengan saldo terakhir. Rp250.000 + Rp540.124 − Rp454.000 − Rp50.000 = Rp286.124, sama dengan baris terakhir tabel. Kalau tidak sama, ada salah hitung di salah satu baris.
Uang masuk dikurangi uang keluar usaha hasilnya Rp540.124 − Rp454.000 = Rp86.124. Angka ini belum sama dengan untung, karena sebagian belanja belum terpakai: setengah tepung, susu, mayones, tepung roti, dan minyak dari belanja Rabu untuk adonan Kamis, ditambah sisa gas dan plastik. Untung per risol dihitung dari HPP, seperti di artikel HPP tadi. Untung sebulan dihitung dengan laporan laba rugi, seperti di laporan keuangan UMKM sederhana. Rekap mingguan menjawab hal lain: apakah uang usahamu bertambah, dan berapa yang terpakai untuk rumah.
Lihat juga dari mana uang masuknya. Di contoh ini, paket isi 10 lewat GoFood memberi Rp45.124, hampir sama dengan paket yang dibeli langsung Rp45.000, tanda harga di aplikasinya sudah pas. Kalau uang untuk rumah terus membesar dan mengambil uang belanja bahan, baca cara memisahkan uang usaha dan uang pribadi.
Cara mencatat penjualan harian lewat WhatsApp
Kalau menulis di buku terasa repot, transaksi yang sama bisa dicatat lewat chat WhatsApp ke CatatWA. Ini catatan hari Selasa dari tabel tadi:
Ketik rekap saat tutup hari. Balasannya berisi uang masuk, uang keluar, dan selisih hari itu: Rp180.000 − Rp75.000 = Rp105.000. Di tabel, saldo hari Selasa juga naik sebesar itu, dari Rp185.624 ke Rp290.624. Untuk penjualan GoFood, ketik uang yang masuk, misalnya jual risol gofood 45.124. Di akhir minggu, ketik mingguan untuk laporan 7 hari terakhir. Panduan lengkapnya, termasuk soal aman dan gratis, ada di cara catat keuangan lewat WhatsApp. Perintah lainnya ada di daftar perintah WhatsApp CatatWA.
Mulai dari hari ini saja: hitung saldo awal, tulis tiap uang masuk dan keluar saat itu juga, lalu cocokkan dengan isi dompet sebelum tidur. Seminggu lagi, kamu sudah punya rekap mingguan pertamamu.
Intisari penting
Pembukuan harian cukup lima kolom: tanggal, catatan, masuk, keluar, saldo. Tulis saat itu juga, catat penjualan aplikasi sebesar uang yang masuk, tandai uang yang diambil untuk rumah, dan cocokkan saldo dengan uang yang ada setiap tutup hari.
Mulai catat jualanmu lewat WhatsApp
Tinggal kirim pesan. Tanpa install aplikasi, gratis 14 hari.
Chat CatatWA di WhatsApp